admin@coach July 27, 2018

menara kudus akrilik

Toko Akrilik – Haryanto (42) warga Desa Bacin, Kecamatan Kota, Kudus, sukses menyulap limbah akrilik menjadi barang yang mempunyai harga jual mahal. Di tangan ia, limbah hal yang demikian diolah menjadi miniatur Menara Kudus, yang mana banyak diburu.

Ia yang diketahui dengan Pak Cilik, mengatakan, jika usaha yang ditekuninya menerapkan akrilik baru berjalan sekitar dua bulan. Selama itu pula puluhan akrilik miniatur Menara Kudus laris dipasaran pun pembeli kadang kala wajib antri.

“Untuk miniatur Menara bahan akrilik, aku jual dengan harga Rp 250 ribu untuk yang kecil. Sedang untuk ukuran yang lebih besar seharga Rp 500 ribuan,” katanya terhadap di Kudus, Sabtu (25/3/2017).

Dalam sebulan, ia cakap membikin miniatur akrilik sejumlah 40 buah. Jumlah hal yang demikian mencakup miniatur akrilik ukuran kecil dan ukuran yang lebih besar.

Limbah akrilik ditemukan ia dari sebuah perusahaan di Kudus. Limbah hal yang demikian dibeli dengan harga Rp 10 ribu per kilogram. Untuk membikin satu miniatur Menara ukuran kecil diperlukan minimal 1,5 kilogram limbah akrilik

Selama ini, bahan baku menjadi kendala dalam menuntaskan miniatur Menara akrilik. Sebab kadang kala bahan bakunya kencang habis dan juga jarang ada limbahnya. Meski apabila membeli secara utuh, biayanya akan membengkak.

“Bila ideal ada ya dibeli, namun jika tak ya libur dahulu buatnya. Bila beli selembar yang baru hingga Rp 800 ribu. Itu cuma cukup untuk dua miniatur saja ukuran kecil,” jelasnya.

Kendala lainnya yakni bahan yang sekali gunakan. Jadi apabila dalam level perekat salah, karenanya barang tidak akan dapat diterapkan lagi.

 

Sumber: http://acrylicgbbond.com